Taman Bacaan Masyarakat Madani

Sutoragan, Purworejo, Jawa Tengah, Indonesia 54262


Latest Updates

@Taman Bacaan Masyarakat Madani 2015-10-21

Serempak tanggal 22 jam 11 siang.. Mohon bantuan seluruh warga Indonesia: Tolong bantu saudara kita di jambi, riau n daerah sumatra lainnya. Disana hanya tersisa 5% udara yang layak. Hanya dengan langkah kecil. Sediakan baskom air yang dicampur garam dan diletakkan diluar, biarkan menguap, jam penguapan air yang baik adalah sekitar pukul 11.00 s.d jam 13.00, dengan makin banyak uap air di udara semakin mempercepat Kondensasi menjadi butir air pada suhu yang makin dingin di udara. Dengan cara sederhana ini diharapkan hujan makin cepat turun, semakin banyak warga yang melakukan ini di masing-masing rumah, ratusan ribu rumah maka akan menciptakan jutaan kubik uap air di Udara. Lakukan ini satu rumah cukup 1 ember air garam, rabu tgl 22 Oktober 2015, jam 11 siang serempak.. Mari kita sama2 berusaha utk mnghadapi kabut asap yg kian parah ini.. Pesan ini adalah saran dari BMKG Indonesia Mohon diteruskan.. Kita selamatkan nasib anak2,balita,ibu hamil yang sudah mulai terkontaminasi oleh kabut asap yang tebal. Terima kasih - mohon teruskan ke semua teman dan kerabat 😇 @SaveWorld #Melawan asap

@Taman Bacaan Masyarakat Madani 2015-08-24

Akun TBM tiba-tiba hilang... dicari di kotak pencarian tidak ketemu, tidak ditemukan nama itu... kok bisa ya?

@Taman Bacaan Masyarakat Madani 2015-08-24

Apresiasi yang luar biasa,,, tulisan ini akhirnya mendapat Juara I kategori Penulisan On Line di ajang #OTBA2015... Selamat... semoga bisa memotivasi Manda untuk terus berprestasi...

@Taman Bacaan Masyarakat Madani 2015-08-24

Buka akun TBM Madani tiba-tiba logout sendiri, pas mau login ada komfirmasi perubahan nama, tapi kok akhirnya tidak bisa dibuka ya... pernahkah teman-teman mengalami hal yang sama? bagaimana solusinya? mungkinkah ini asli dari facebook atau karena dibajak ya? heee...

@Taman Bacaan Masyarakat Madani 2015-08-16

Salam silaturrahmi. saudaraku.... Kisah inspiratif 🌺 SUPIR ANGKOT 🌺 Supir2 angkot saling menyalip berebut penumpang. Tak jauh di depan angkot yg kutumpangi seorang ibu dan 3 anak nya berdiri di tepi jalan. Setiap angkot yg berhenti dan berbicara dgn si ibu, langsung melaju kembali, terus terulang ber-kali2. 🌺 Saat angkot yg kutumpangi berhenti, si ibu bertanya, "Dik, lewat terminal bis ya?" Supir menjawab : "Ya bu". Si ibu tak segera naik, berkata lirih : "Tapi saya ber3 dgn anak2 tidak punya ongkos." Sambil tersenyum, supir itu menjawab, "Tidak apa2 bu, naik saja." Si ibu tampak ragu2. Sang supir mengulangi perkataannya, "Ayo bu, naik saja, tidak apa-2." Disaat angkot lain berlomba mencari penumpang mengejar setoran, supir yg satu ini rela 4 kursi penumpangnya digratiskan. Sampai di Terminal Bis, 4 org penumpang itu pun turun, dan mengucapkan terima kasih kepada sang sopir. Namun di belakang ibu itu, seorang penumpang pria turun dan membayar Rp. 25.000,- Ketika Supir akan memberi kembalian, pria itu berkata , "Untuk ongkosku dan 4 org penumpang tadi. Teruslah jadi org baik ya dik ", kata pria tsb kepada supir angkot muda itu. 🌹🌻🍁🍃🍂, Seorg Ibu yg jujur. Seorg Supir yg baik hati. Seorg Penumpang yg dermawan. Mereka saling mendukung dalam berbuat kebaikan. 🍁🍃🍂, Saudara-riku tercinta... Waktu yg diberikan kpd kita sangat terbatas dan wkt yg sdh kita lewati tidak pernah kembali, marilah kita terus berbuat baik, jangan berhenti dan jangan pernah merasa lelah untuk berbuat kebajikan...

@Taman Bacaan Masyarakat Madani 2015-06-21

Beberapa remaja pagi-pagi dah datang buat baca... malu-malu mau difoto...

@Taman Bacaan Masyarakat Madani 2015-06-21

DIET INTERNET *Prie GS (SM 21/06/15) Puasa Ramadan memang berat, tetapi bagi sebagian orang, puasa jejaring sosial bisa jadi jauh lebih berat. Celakanya di antara sebagian orang itu adalah saya. Lebih celaka lagi kalau di antara yang sebagian itu selain saya juga Anda. Sebulan kuat berpuasa, rasanya standar bagi golongan (kami) ini. Tetapi sebulan kuat tidak membuka internet, tidak membuka facebook dan twitter, sungguh tak terbayangkan. Saya sering mencoba jujur kepada diri sendiri, apa yang saya butuhkan dari jejaring sosial ini, dan benarkah jejaring ini layak disebut sebagai jejaring sosial. Sebutan dinas sosial lebih saya mengerti karena dinas ini bekerja mengurus diantaranya gelandangan, pengemis dan pengamen. Tetapi apa yang diurus jejaring sosial? Situs jejaring sosial itu adalah alat-alat bisnis raksasa. Para pendirinya adalah orang-orang superkaya. Jangankan pendirinya, pemakainya saja bisa menggunakan situs ini sebagai alat bisnis yang agresif. Bagaimana mungkin ia berwatak sosial jika ia ternyata menyedot anggaran pulsa yang tak pernah kita duga hanya dengan pancingan disediakan akun gratis? Ini seperti seminar gratis yang ternyata hanya untuk mengumpulkan peserta agar mereka berani membayar mahal. Jadi sebutan jejaring sosial itu sebetulnya, jika saya adalah orang yang berhati-hati, sudah cukup untuk membuat saya harus menjaga jarak. Ia pihak yang kurang jujur kepada niatnya sendiri. Sungguh tak ada yang menarik dari pihak yang tidak jujur dan penuh pamrih. Tetapi apakah pikiran seperti ini yang ada di kepala saya saat membuka internet? Tidak. Adalah internet yang membuat anak-anak saya bisa memandang bapaknya dengan pandangan haru dan memelas. "Pada era Bapak sekolah dulu pasti belum ada Google. Sungguh tak terbayangkan." katanya dengan nada iba. Begitulah sugesti Google pada generasi kini. Tak ada soal yang tak bisa dijawab Google. Begitu gampangnya hidup itu kini karena Google bisa menjawab nyaris apa saja sampai-sampai kita lupa sisi lain dari kemudahan yang akhirnya sangat menyulitkan itu. Kini cukup dengan hanya listrik mati dua jam, tak hanya rumah yang terasa gelap tetapi pandangan juga menjadi gelap dan hati mudah menjadi gelap. Saat PLN belum berdiri, semua waktu adalah gelap, tetapi kegelapan paling gelap sekalipun mudah menjadi benderang hanya dengan kerlip kunang-kunang. Bintang adalah pendar kembang api dan bulan adalah matahari yang terbit malam. Kini sumpah serapah mudah dijumpai hanya karena sejenak listrik mati dan melupakan bahwa listrik telah menyala berhari-hari dan mungkin butuh rehat. Sudah tak terhitung berapa kali listrik Indonesia menerima caci-maki. Toleransi kita kepada gangguan saat ini menjadi rendah sekali karena modernitas ternyata adalah budaya yang menjanjikan keadaan tanpa gangguan.

@Taman Bacaan Masyarakat Madani 2015-06-20

Tips hari ini ala Mindset Motivator Krishnamurti - Jadilah Malaikat Kehidupan #Tubikontinyu

@Taman Bacaan Masyarakat Madani 2015-06-19

Tidurnya orang berpuasa aja dapet pahala... apalagi kalau sambil baca-baca... #AsyiikLiburanDiTBM

@Taman Bacaan Masyarakat Madani 2015-06-15

Selamat menyambut Bulan Romadhon, mohon maaf apabila ada tutur status yang tidak bagus dan tingkah jemari yang asal ketik, mudah-mudahan Romadhon tahun ini kita bisa menjalaninya dengan lebih baik.

@Taman Bacaan Masyarakat Madani 2015-06-14

Lelah??? Ya, istirahat... Bukan untuk berleha! Bukan untuk menunda! Namun untuk kumpulkan energi. Energi yang lebih dahsyat. Energi yang membangkitkan. Selamat malam... Selamat beristirahat...

@Taman Bacaan Masyarakat Madani 2015-05-07

Semangat pagi saudaraku... Ilmu itu adalah cahaya, yang dengannya kita bisa hidup dengan benar, terang, tenang dan tentram...

@Taman Bacaan Masyarakat Madani 2015-05-03

Mungkin sebagian Anda menganggap bahwa kami besar dengan stok buku-buku yang banyak, sehingga banyak yang inbox kepingin belajar tentang pendirian Rumah Baca, kepingin datang kepingin studi banding... hahaha... kami masih kecil, stok buku-buku kami belum ribuan, kami hanya ingin berbagi karena baru segini kemampuan kami, berawal dari buku-buku koleksi pribadi kami dan anak-anak kami yang sayang kalau orang lain tidak ikut membaca, dan Alhamdulillah sampai akhirnya dapat sumbangan buku dari beberapa teman dan lembaga sosial... Jadi tidak rumit untuk membuka rumah baca, sediakan saja buku-buku dan pasang banner papan nama, kami tidak memungut biaya untuk sekedar baca dan pinjam buku... Gratissss... Semoga impian-impian kami terwujud, memberikan yang terbaik untuk masyarakat dan membangun peradaban di desa ini... #TBMDariWaktuKeWaktu

@Taman Bacaan Masyarakat Madani 2015-04-24

CERITA AMANDA Sebelum saya bercerita saya akan memperkenalkan diri saya terlebih dahulu, nama saya Astiyani Amanda dipanggil manda. Umur saya 9 tahun, saya masih duduk di kelas 3 SD Negeri Sutoragan. Oh ya saya tinggal di Desa Sutoragan Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Di desa saya tempatnya aman dan orangnya ramah-ramah, rata-rata mereka petani, dan yang sangat saya sukai, di desa saya terdapat satu wahana untuk menyalurkan hobi saya yaitu membaca di tempat TBM Madani. Saya bersyukur sekali karena walaupun di desa, ada tempat untuk mencari ilmu selain di sekolah. Sambil bermain di TBM itu, saya bersama teman-teman sering datang untuk membaca sambil sesekali bergurau bersama teman, jadi tidak bosan rasanya. Di TBM banyak sekali buku-buku yang bermanfaat bagi kami, dari buku-buku anak kecil sampai yang tua-tua pun ada kalau mau membaca. Pokoknya lengkap banget dan rugi kalau tidak mau membaca, karena dengan membaca diibaratkan bisa berkeliling dunia. Di TBM ada sebuah buku yang saya kepingin sekali membacanya, bukunya sangat tebal dan pasti isinya sangat menarik, karena sudah difilmkan, tapi sayang berbahasa inggris… kira-kira tahu gak judulnya apa? Iya betul sekali buku hary poter… coba saya sudah pintar bahasa inggris ya… saya kepingin sekali bisa berbahasa inggris. Untungnya di TBM juga sedikit diajari bahasa inggris sama bu yani… asyikkk lho… pernah juga disetelin videonya Kak Gayatri buat memotivasi kami belajar bahasa asing… saya kepingin jadi seperti Kak Gayatri yang katanya sekarang sudah meninggal… Setiap pulang sekolah aku bersama teman-teman pasti datang ke sana. Itulah cerita saya,cukup sekian dan terimakasih. Astiyani Amanda, 9 Tahun.

@Taman Bacaan Masyarakat Madani 2015-04-23

Memperingati hari buku sedunia ala TBM Madani... Kedatangan Pak Ayok ternyata pada suka... sore ini menggambar dengan tema gemar membaca buku...


See more learning institutes near Ponorogo

About

AGAR MASYARAKAT GEMAR MAMBACA DARI KITA OLEH KITA UNTUK KITA

Parking

Lot Parking No
Street Parking No
Valet Parking No

Suggestions

SMP Negeri 5 Purworejo

Jalan Wirotaman 8
Middle School


Privacy Policy