IMM Komisariat Psikologi

Dukuh waluh, Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia


Latest Updates

@IMM Komisariat Psikologi 2017-07-11

Perlu diingat bahwa Landasan Kita Bergerak adalah Al-qur'an dan Sunnah.

@IMM Komisariat Psikologi 2017-07-10

Ber-IMM adalah sebuah pilihan, Apakah sekarang masih sama?

@IMM Komisariat Psikologi 2016-04-25

Tata ulang organisasi ini, jangan sampai organisasi ini menyeleweng dari apa-apa yang sudah di tentukan. Kalian sudah di bai'at pada waktu kalian di lantik. Jangan sampai kalian lupa tentang bai'at itu. Pertanggungjawabkanlah, Karena bai'at yang kalian ucapkan itu atas nama Allah dan Rasul-Nya. Pikirkanlah baik-baik, dan renungilah.

@IMM Komisariat Psikologi 2015-11-14

Innalillahirojiun Telah berpulang sahabat seperjuangan dalam ikatan mahasiswa psikologi ump Immawan supriyatno semoga amal ibadahnua di terima di sisinya.. Amin...

@IMM Komisariat Psikologi 2015-10-14

Alhamdulillah bimbingan baca al quran sudah mulai jalan... pembukaan di mulai dari hari selasa kemaren di kampus 4 Fakultas psikologi UMP.. ayo buat teman" yang belum bergabung silakan bergabung.. #FREE

@IMM Komisariat Psikologi 2015-10-09

Assalamualaikum.. Ada info nih buat kawan yang masih belum lancar atau tidak bisa membaca Al Quran ayo ikuti "BIMBAQ" Bimbingan Baca Quran" Bersama IMM komisariat psikologi dimulai selasa 13 0ktober 2015 di kampus 4 ump

@IMM Komisariat Psikologi 2015-10-08

Salam Fasco!! Bagaimana kabar sore hari ini kawan kawan... Sore hari ini IMM komisariat psikologi mengadakan kegiatan rutin diskusi "ANGKRINGAN" Ajang sharing ringan dengan tema "Motivasi diri" tema sederhana yang mungkin bisa membangkitkan motivasi teman teman baru agar lebih semangat untuk berprestasi bertempat Lobby Fakultas psikologi Kampus 4 Universitas muhammadiyah purwokerto

@IMM Komisariat Psikologi 2015-09-18

Selamat malam kawan" sambil mengisi waktu luang mari lihat hasil dari bidang Seni budaya dan olah raga IMM Komisariat Psikologi dengan judul Kreasi tari Nusantara dalam perkenalan saat Masta 2015 https://youtu.be/jtJiE_LQ7vE

@IMM Komisariat Psikologi 2015-09-18

Kami ucapkan selamat datang pada Calon Kader kader IMM Komisariat Psikologi 2015 kami tunggu kedatangannya di sekretarian IMM Psikologi yang bertempat komplek gedung fakultas hukum

@IMM Komisariat Psikologi 2015-09-18

assalamualaikum kawan" ini adalah para penari dalam acara perkenalan IMM Komisariat Psikologi pada acara Masta 2015 #MAH

@IMM Komisariat Psikologi 2015-09-18

apa kabar kawan kawan seperjuangan .. ini adalah kegiatan Masta ( Masa Ta'aruf) Universitas muhammadiyah purwokerto yang di laksankan pada tanggal 12 september 2015 tepatnya pada hari sabtu kemaren... Masta ini adalah kegiatan awal dari perkaderan IMM di Universitas muhammadiyah purwokerto. #MAH

@IMM Komisariat Psikologi 2015-07-11

Hendaklah kamu takut meninggalkan dibelakang kalian generasi yang lemah hendaklah mereka bertakwa kepada allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. (Qs.Annisa:9) Dalam Rangka melanjutkan kepemimpinan, IMM Komisariat Fakultas Psikologi mengadakan Pelantikan di Ruang sidang lama yang dilanjutkan dengan kegiatan up-grading dan bakti sosial di desa Kebumen, Baturraden. Ketiga kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 10 juli 2015, dengan mengusung tema “mengintegrasikan IMM Psikologi yang profesional, Struktural dan Kultural” dengan dihadiri oleh Wakil Dekan III Fakultas Psikologi yaitu Ibu Suwarti S. Psi, M. Si. Dan juga dihadiri oleh seluruh perwakilan dari komisariat yang ada di Banyumas serta Pimpinan Cabang IMM Banyumas. Pada acara pembukaan tersebut Ketua Terpilih 2015-2016, IMMawan Wahyu Aji Saputra memberikan sambutan pertamanya dimana IMMawan Aji mengucapkan terimakasihnya kepada dekan III Fakultas Psikologi yang sudah senantiasa mendampingi IMM Komisariat Fakultas Psikologi hingga sampai pada kepengurusan selanjutnya. Karena berkat support beliau kegiatan IMM Psikologi berlangsung dengan baik. Tidak lupa juga IMMawan Aji berterimakasih kepada anggota komisariat IMM Psikologi yang telah mempercayainya sebagai ketua pada kepemimpinan tahun ini. Ia berharap kepada anggota komisariat Psikologi untuk membantunya dalam mengemban amanah yang sudah diberikan. Dalam kegiatan ini wakil dekan III Fakultas Psikologi juga memberikan sambutannya, kepada pengurus periode 2014/2015 atas kesuksesannya dalam memajukan IMM Komisariat Fakultas Psikologi yang telah dicapai. Beliau mengucapkan terimakasih atas kegigihan dan kerjasama dalam melakukan kegiatan yang sudah dilakukan. Kemudian merasakan kebanggaan terhadap pengurus baru periode 2015/2016 yang memiliki semangat perjuangan dalam melaksanakan kepengurusan IMM Komisariat Fakultas Psikologi. Dengan harapan bisa menjadi lebih baik lagi dari kepengurusan tahun lalu. Setelah pelantikan selesai, IMM Komisariat Fakultas Psikologi periode 2015/2016 mengadakan kegiatan Bakti Sosial di Desa Kebumen, Baturraden. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Upgrading di tempat rumah immawan M.Fajar Bastian guna membahas program kerja untuk periode 2015/2016 yang nantinya akan menjadi acuan dalam melaksanakan kepengurusan selanjutnya.

@IMM Komisariat Psikologi 2015-04-08

Baca Yuk....!!! Ilmu Baru..... Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) adalah gerakan Mahasiswa Islam yang beraqidah Islam bersumber Al-Qur’an dan As-Sunah. IMM didirikan pada tanggal 29 Syawal 1384 H bertepatan dengan tanggal 14 Maret 1964 M di Yogyakarta untuk waktu yang tidak terbatas. Kelahiran IMM tidak lepas kaitannya dengan sejarah perjalanan Muhammadiyah, dan juga bisa dianggap sejalan dengan faktor kelahiran Muhammadiyah itu sendiri. Hal ini berarti bahwa setiap hal yang dilakukan Muhammadiyah merupakan perwujudan dari keinginan Muhammadiyah untuk memenuhi cita-cita sesuai dengan kehendak Muhammadiyah dilahirkan. Di samping itu, kelahiran IMM juga merupakan respond atas persoalan-persoalan keummatan dalam sejarah bangsa ini pada awal kelahiran IMM, sehingga kehadiran IMM sebenarnya merupakan sebuah keharusan sejarah. Faktor-faktor problematis dalam persoalan keummatan itu antara lain ialah sebagai berikut (Farid Fathoni, 1990: 102): Situasi kehidupan bangsa yang tidak stabil, pemerintahan yang otoriter dan serba tunggal, serta adanya ancaman komunisme di Indonesia. Terpecah-belahnya umat Islam datam bentuk saling curiga dan fitnah, serta kehidupan politikummat Islam yang semakin buruk. Terbingkai-bingkainya kehidupan kampus (mahasiswa) yang berorientasi pada kepentingan politik praktis Melemahnya kehidupan beragama dalam bentuk merosotnya akhlak, dan semakin tumbuhnya materialisme-individualisme Sedikitnya pembinaan dan pendidikan agama dalam kampus, serta masih kuatnya suasana kehidupan kampus yang sekuler Masih membekasnya ketertindasan imperialisme penjajahan dalam bentuk keterbelakangan, kebodohan, dan kemiskinan Masih banyaknya praktek-praktek kehidupan yang serba bid'ah, khurafat, bahkan kesyirikan, serta semakin meningkatnya misionaris-Kristenisasi Kehidupan ekonomi, sosial, dan politik yang semakin memburuk Dengan latar belakang tersebut, sesungguhnya semangat untuk mewadahi dan membina mahasiswa dari kalangan Muhammadiyah telah dimulai sejak lama. Semangat tersebut sebenarnya telah tumbuh dengan adanya keinginan untuk mendirikan perguruan tinggi Muhammadiyah pada Kongres Seperempat Abad Muhammadiyah di Betawi Jakarta pada tahun 1936. Pada saat itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah diketuai oleh KH. Hisyam (periode 1934-1937). Keinginan tersebut sangat logis dan realistis, karena keluarga besar Muhammadiyah semakin banyak dengan putera-puterinya yang sedang dalam penyelesaian pendidikan menengahnya. Di samping itu,Muhammadiyah juga sudah banyak memiliki amal usaba pendidikan tingkat menengah. Gagasan pembinaan kader di lingkungan mahasiswa datam bentuk penghimpunan dan pembinaan langsung adatah selaras dengan kehendak pendiri Muhammadiyah, KHA. Dahlan, yang berpesan bahwa dari kallan nanti akan ada yang jadi dokter, meester, insinyur, tetapi kembalilah kepada Muhammadiyah (Suara Muhammadiyah, nomor 6 tahun ke-68, Maret || 1988, halaman 19). Dengan demikian, sejak awal Muhammadiyah sudah memikirkan bahwa kader-kader muda yang profesional harus memiliki dasar keislaman yang tangguh dengan kembali ke Muhammadiyah. Namun demikian, gagasan untuk menghimpun dan membina mahasiswa di lingkungan Muhammadiyah cenderung terabaikan, tantaran Muhammadiyah sendiri belum memiliki perguruan tinggi. Belum mendesaknya pembentukan wadah kader di lingkungan mahasiswa Muhammadiyah saat itu juga karena saat itu jumlah mahasiswa yang ada di lingkungan Muhammadiyah betum terialu banyak. Dengan demikian, pembinaan kadermahasiswa Muhammadiyah dilakukan melalui wadah Pemuda Muhammadiyah (1932) untuk mahasiswa putera dan metalui Nasyiatul Aisyiyah (1931) untuk mahasiswa puteri. Pada Muktamar Muhammadiyah ke-31 pada tahun 1950 di Yogyakarta, dihembuskan kembali keinginan untuk mendirikan perguruan tinggi Muhammadiyah. Namun karena berbagai macam hat, keinginan tersebut belum bisa diwujudkan,sehingga gagasan untuk dapat secara langsung membina dan menghimpun para mahasiswa dari kalangan Muhammadiyah tidak berhasil Dengan demikian, keinginan untuk membentuk wadah bagi mahasiswa Muhammadiyah juga masih jauh dari kenyataan. Pada Muktamar Muhammadiyah ke-33 tahun 1956 di Palembang, gagasan pendirian perguruan tinggi Muhammadiyah baru bisa direalisasikan. Namun gagasan untuk mewadahi mahasiswa Muhammadiyah dalam satu himpunan belum bias diwujudkan. Untuk mewadahi pembinaan terhadap mahasiswa dari kalangan Muhammadiyah, maka Muhammadiyah membentuk Badan Pendidikan Kader (BPK) yang dalam menjalankan aktivitasnya bekerja sama dengan Pemuda Muhammadiyah. Gagasan untuk mewadahi mahasiswa dari kalangan Muhammadiyah dalam satu himpunan setidaknya telah menjadi polemik di lingkungan Muhammadiyah sejak lama. Perdebatan seputar kelahiran Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah berlangsung cukup sengit, baik di kalangan Muhammadiyah sendiri maupun di kalangan gerakan mahasiswa yang lain. Setidaknya, kelahiran IMM sebagai wadah bagi mahasiswa Muhammadiyah mendapatkan resistensi, baik dari kalangan Muhammadiyah sendiri maupun dari kalangan gerakan mahasiswa yang lain, terutama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Di kalangan Muhammadiyah sendiri pada awal munculnya gagasan pendirian IMM terdapat anggapan bahwa IMM belum dibutuhkan kehadirannya dalam Muhammadiyah, karena Pemuda Muhammadiyah dan Nasyi'atul Aisyiyah masih dianggap cukup mampu untuk mewadahi mahasiswa dari kalangan Muhammadiyah. Di samping itu, resistensi terhadap ide kelahiran IMM pada awalnya juga disebabkan adanya hubungan dekat yang tidak kentara antara Muhammadiyah dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Hubungan dekat itu dapat ditihat ketika Lafran Pane mau menjajagi pendirian HMI. Dia bertukar pikiran dengan Prof. Abdul Kahar Mudzakir (tokoh Muhammadiyah), dan dia setuju. Pendiri HMI yang lain ialah Maisarah Hilal (cucu KHA. Dahlan) yang juga seorang aktifis di Nasyi'atul Aisyiyah. Bila asumsi itu benar adanya, maka hubungan dekat itu selanjutnya sangat mempengaruhi perjalanan IMM, karena dengan demikian Muhammadiyah saat itu beranggapan bahwa pembinaan dan pengkaderan mahasiswa Muhammadiyah bisa dititipkan metalui HMI (Farid Fathoni, 1990: 94). Pengaruh hubungan dekat tersebut sangat besar bagi kelahiran IMM. Hal ini bisa dilihat dari perdebatan tentang kelahiran IMM. Pimpinan Muhammadiyah di tingkat lokal seringkali menganggap bahwa kelahiran IMM saat itu tidak diperlukan, karena sudah terwadahi dalam Pemuda Muhammadiyah dan Nasyi'atul Aisyiyah, serta HMI yang sudah cukup eksis (dan mempunyai pandangan ideologis yang sama). Pimpinan Muhammadiyah pada saat itu lebih menganak- emaskan HMI daripada IMM. Hal ini terlihat jelas dengan banyaknya pimpinan Muhammadiyah, baik secara pribadi maupun kelembagaan, yang memberikan dukungan pada aktivitas HMI. Di kalangan Pemuda Muhammadiyah juga terjadi perdebatan yang cukup sengit seputar kelahiran IMM. Perdebatan seputar kelahiran IMM tersebut cukup beralasan, karena sebagian pimpinan (baik di Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyi'atul Aisyiyah, serta amal-amal usaha Muhammadiyah) adalah kader-kader yang dibesarkan di HMI. Setelah mengalami polemik yang cukup serius tentang gagasan untuk mendirikan IMM, maka pada tahun 1956 polemik tersebut mulai mengalami pengendapan. Tahun 1956 bisa disebut sebagai tahap awal bagi embrio operasional pendirian IMM dalam bentuk pemenuhan gagasan penghimpun wadah mahasiswa di lingkungan Muhammadiyah (Farid Fathoni, 1990: 98). Pertama, pada tahun itu (1956) Muhammadiyah secara formal membentuk kader terlembaga (yaitu BPK). Kedua, Muhammadiyah pada tahun itu telah bertekad untuk kembali pada identitasnya sebagai gerakan Islam dakwah amar ma'ruf nahi munkar (tiga tahun sesudahnya, 1959, dikukuhkan dengan melepaskan diri dari komitmen politik dengan Masyumi, yang berarti bahwa Muhammadiyah tidak harus mengakui bahwa satu-satunya organisasi mahasiswa Islam di Indonesia adalah HMI). Ketiga, perguruan tinggi Muhammadiyah telah banyak didirikan. Keempat, keputusan Muktamar Muhammadiyah bersamaan Pemuda Muhammadiyah tahun 1956 di Palembang menghimpun pelajar dan mahasiswa Muhammadiyah agar kelak menjadi pemuda Muhammadiyah atau warga Muhammadiyah yang mampu mengembangkan amanah. Baru pada tahun 1961 (menjelang Muktamar Muhammadiyah Setengah Abad di Jakarta) selenggarakan Kongres Mahasiswa Universitas Muhammadiyah di Yogyakarta (saat itu, Muhammadiyah sudah mempunyai perguruan tinggi Muhammadiyah sebelas buah yang tersebar di berbagai kota). Pada saat itulah, gagasan untuk mendirikan IMM digulirkan sekuat-kuatnya. Keinginan tersebut ternyata tidak hanya dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah, tetapi juga dari kalangan mahasiswa di berbagai universitas non-Muhammadiyah. Keinginan kuat tersebut tercermin dari tindakan para tokoh Pemuda Muhammadiyah untuk melepaskan Departemen Kemahasiswaan di lingkungan Pemuda Muhammadiyah untuk berdiri sendiri. Oleh karena itu, lahirlah Lembaga Dakwah Muhammadiyah yang dikoordinasikan oleh Margono (UGM, Ir.), Sudibyo Markus (UGM, dr.), Rosyad Saleh (IAIN, Drs.), sedangkan ide pembentukannya dari Djazman al-Kindi (UGM,Drs.). Tahun 1963 dilakukan penjajagan untuk mendirikan wadah mahasiswa Muhammadiyah secara resmi oleh Lembaga Dakwah Muhammadiyah dengan disponsori oleh Djasman al-Kindi yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah. Dengan demikian, Lembaga Dakwah Muhammadiyah (yang banyak dimotori oleh para mahasiswa Yogyakarta) inilah yang menjadi embrio lahirnya IMM dengan terbentuknya IMM Lokal Yogyakarta. Tiga butan setelah penjajagan, Pimpinan Pusat Muhammadiyah meresmikan berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah pada tanggal 29 Syawal 1384 H atau 14 Maret 1964 M. Penandatanganan Piagam Pendirian Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dilakukan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah saat itu, yaitu KHA Badawi. Resepsi peresmian IMM dilaksanakan di Gedung Dinoto Yogyakarta dengan penandatanganan 'Enam Penegasan IMM' oleh KHA. Badawi, yaitu: Menegaskan bahwa IMM adalah gerakan mahasiswa Islam. Menegaskan bahwa Kepribadian Muhammadiyah adalah landasan perjuangan IMM Menegaskan bahwa fungsi IMM adalah eksponen mahesiswa dalam Muhammadiyah Menegaskan bahwa IMM adalah organisasi mahasiswa yang sah dengan mengindahkan segala hukum, undang-undang, peraturan, serta dasar dan falsafah negara Menegaskan bahwa ilmu adalá amaliah dan amal adalah ilmiah Menegaskan bahwa amal WJA aMah lillahi ta'ala dan senantiasa diabdWan untuk kepentingan rakyat. Tujuan akhir kehadiran Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah untuk pertama kalinya ialah membentuk akademisi Islam datam rangka metaksanakan tujuan Muhammadiyah. Sedangkan aktifitas IMM pada awal kehadirannya yang paling menonjol ialah kegiatan keagamaan dan pengkaderan, sehingga seringkali IMM pada awal kelahirannya disebut sebagai Kelompok Pengajian Mahasiswa Yogya (Farid Fathoni, 1990: 102). Adapun maksud didirikannya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah antara lain adatah sebagai berikut : Turut memelihara martabat dan membela kejayaan bangsa Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam Sebagai upaya menopang, melangsungkan, dan meneruskan cita-cita pendirian Muhammadiyah Sebagai pelopor, pelangsung, dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah Membina, meningkatkan, dan memadukan iman dan ilmu serta amal dalam kehidupan bangsa, ummat, dan persyarikatan. Dengan berdirinya IMM lokal Yogyakarta, maka berdiri pulalah IMM lokal di beberapa kota lain di Indonesia, seperti Bandung, Jember, Surakarta, Jakarta, Medan, Padang, Tuban, Sukabumi, Banjarmasin, dan lain-lain. Dengan demikian, mengingat semakin besarnya arus perkembangan IMM di hampir seluruh kota-kota universitas, maka dipandang perlu untuk meningkatkan IMM dari organisasi di tingkat lokal menjadi organisasi yang berskala nasional dan mempunyai struktur vertikal. Atas prakarsa Pimpinan IMM Yogyakarta, maka bersamaan dengan Musyawarah IMM se-Daerah Yogyakarta pada tanggal 11-13 Desember 1964 diselenggarakan Musyawarah Nasional Pendahuluan IMM seluruh Indonesia yang dihadiri oleh hamper seluruh Pimpinan IMM Lokal dari berbagai kota. Musyawarah Nasional tersebut bertujuan untuk mempersiapkan kemungkinan diselenggarakannya Musyawarah Nasional Pertama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah pada bulan April atau Mei 1965. Musyawarah Nasional Pendahuluan tersebut menyepakati penunjukan Pimpinan IMM Yogyakarta sebagai Dewan Pimpinan Pusat Sementara IMM (dengan Djazman al-Kindi sebagai Ketua dan Rosyad Saleh sebagai Sekretaris) sampai diselenggarakannya Musyawarah Nasional Pertama di Solo. Dalam Musyawarah Pendahuluan tersebut juga disahkan asas IMM yang tersusun dalam 'Enam Penegasan IMM', Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IMM, Gerak Arah IMM, serta berbagai konsep lainnya, termasuk lambang IMM, rancangan kerja, bentuk kegiatan, dan lain-lain.

@IMM Komisariat Psikologi 2015-02-03

Salam selama malam kawan-kawan Ingatlah," Dunia adalah tempat yang berbahaya untuk hidup, bukan karena orang-orang yang jahat, tetapi karena orang-orang yang tidak melakukan apa-apa tentang hal itu"


See more learning institutes near Purwokerto

About

IMM Komisariat Psikologi Adalah salah satu wadah bagi mahasiswa untuk mengeluarkan segala aspirasi dan kreatifitasnya

Description

Organisasi IMM di tingkat Fakultas


Suggestions

University Muhammadiyah Of Purwokerto

Jl. Raya Dukuhwaluh - Purwokerto -Jawa Tengah 53182, Indonesia
College & University, College & University, School

Program Pascasarjana Unsoed

Jl. Dr. Suparno
College & University, School

SMK Diponegoro 1 Purwokerto

Jalan Raya Pancurawis Gg.Karanganyar No.1
Education

STMIK AMIKOM PURWOKERTO

Jl. Let. Jend. Pol Soemarto
Campus Building, School, College & University

SSC Ukmpr Unsoed

Komplek PKM Unsoed Jln. Soeparno Karangwangkal
Community Organization, College & University, School

Agashi

kutasari
Education, Library

smp negeri 6 purwokerto

Jln. Ksatrian no. 83 purwokerto
Public School, High School

OSIS SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang 2015/2016

Jalan Pandansari No 875
High School

Multimedia 751 Purwokerto

Jl. Margantara Tanjung
High School

Pascasarjana IAIN Purwokerto


College & University, College & University, School

MTs Ma'arif NU 2 Cilongok

panembangan
Junior High School

Buletin NUansa

Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah
Education

UKM ITC MIPA Unsoed

Jl. Dr. Soeparno
Community Organization, College & University

SMP N 1 Ajibarang

Jl. Raya No. 2 Ajibarang
Junior High School

MPK SMKN 1 Purwokerto


High School, Trade School, Organization

SD Negeri 2 Kemutug Kidul

Jalan Raya Kemutug Kidul Rt 06 Rw 02 Baturraden
Elementary School

Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Jl. Jenderal A. Yani No. 40A Purwokerto
Campus Building, College & University

Agribisnis Unsoed - unofficial

Jl. Dr. Soeparno, Purwokerto Utara
College & University, College & University, School

MAGISTER ILMU LINGKUNGAN UNSOED

Jl. Dr. Suparno Karangwangkal
College & University, School

Quadrant-Raya English Course


Tutor/Teacher, Golf Course & Country Club

Smk Negeri 1 Kalibagor

JLN. RAYA PURWOKERTO BANYUMAS KM 12 KALIBAGOR
Government Organization, School

BEM STIKes HARAPAN BANGSA PURWOKERTO

Jl Sunan Bonang Dukuhwaluh Kembaran
Organization

GOC Unsoed

Sekretariat Kampus Teknik UNSOED Jalan Mayjend. Sungkono Km. 05, Kalimanah
College & University, School

TK dan Playgroup Kreatif Primagama Purwokerto

Jl. Perintis Kemerdekaan No 3
Day Care

PP. Salafiyah Al-Ikhlas Langgongsari

Jalan Nayatirta, Desa Langgongsari RT 03/RW 03, Kec. Cilongok
Education

Pondok Pesantren Al Hidayah Karangsuci Purwokerto

Purwokerto, PURWANEGARA, PURWOKERTO UTARA, Jalan LETJEND POL SOEMARTO, Indonesia
Education

ROHIS SMK N 1 KALIBAGOR "DAKWAH"

JALAN RAYA PURWOKERTO-BANYUMAS KM 12 KALIBAGOR 53191 TELP (0281)796231
High School

UPL MPA Unsoed

Jalan Prof. Dr. HR Boenyamin 14
Community Organization, School

SD Negeri 1 Kedungwuluh

jalan raya kedungwuluh
Elementary School, High School

PTIQ Al Husaini Purwokerto

Rejasari, purwokerto
Education

Lab. Switching dan Transmisi

Jln. D.I. Panjaitan No. 128
Medical & Health, Education

Soldier

Purwokerto
College & University, College & University

Banyumas Kota Wisata

jln adyaksa no15 depan kantor PMI purwokerto
Inn, Real Estate

SMP Negeri 2 Kalimanah

Jalan Raya Kutawis
School

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Jenderal Soedirman

Komplek GOR Soesilo Soedarman, Jl. Dr. Soeparno No. 61, Grendeng, Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah
Community College, Campus Building

Jatiwinangun Kangen Water

Jl. Jatiwinangun Gg Pergiwati No 36
Shopping & Retail, Government Organization, Education

Komisi Skripsi Kesmas Unsoed

Jl. Dr. Soeparno Karawangkal
School


Privacy Policy