KB-TKIT Yaa Bunayya Cirebon

JL Evakuasi Gang Langgar Kel. Karyamulya Kec. Kesambi, Cirebon 45135


Latest Updates

@KB-TKIT Yaa Bunayya Cirebon 2016-11-18

KBM tema tanaman. Pekan terakhir ini mengenalkan jenis tanaman obat. Hari jum at ini anak² dikenalkn jenis tanaman cincau. Dan cara membuat cincau. Daun cincau diremas remas hal ini menstimulasi dan memantapkan motorik halus anak.

@KB-TKIT Yaa Bunayya Cirebon 2016-06-22

Akhirussanah TKIT Yaa bunayya angkatan XIV 2015-2016. Dilaksanakan sore hari pada tgl 18 Juni 2016. Diakhiri Ifthor jama i (bukber)

@KB-TKIT Yaa Bunayya Cirebon 2016-04-23

Salah satu kegiatan out bond di arena water park. Banyak yg berani mengikuti. Ada..juga yg masih takut...! Yang pasti tetap bergembira bermain sambil belajar....

@KB-TKIT Yaa Bunayya Cirebon 2016-04-23

Pemanasan sebelum kegiatan out bond....semangat...!!!

@KB-TKIT Yaa Bunayya Cirebon 2016-02-27

Salam Ayah Bunda KB-TKIT Yaa Bunayya Cirebon sudah mulai menerima Pendaftaran Peserta Didik Baru TH 2016-2017. Segera daftarkan putra putri ayah bunda ke TKIT Yaa Bunayya.

@KB-TKIT Yaa Bunayya Cirebon 2015-12-20

Senantiasa berpikiran positip dan berharapan positip untuk putra purti kita.!

@KB-TKIT Yaa Bunayya Cirebon 2015-05-08

Anak dan shalat Kenalkan sahalat pada anak sedini mungkin. Mulai dengan memeperlihatkannya saat ia sudah bisa melihat. Lalu bimbing dan ajak ia sholat disamping kita, saat ia dapat melakukan beberapa gerakan seperti berdiri, rukuk dan sujud. Tapi ingat lakukan semuanya dalam suasana menyenangkan. Sebab usia anak bukan usia taklif ( pembebanan). Tujuan kita sekedar membiasakan hingga saat baligh nanti ia sudah terbiasa mengerjakan shalat dan ibadah lainnya.

@KB-TKIT Yaa Bunayya Cirebon 2015-05-07

Bismilah, hindari memanjakan anak secara berlebihan, misalnya : 1. anak tidak boleh mengerjakan sesuatu padahal ia mampu mengerjakannya, sebagai bukti kasih sayang ibu pada anak. 2. Ibu tak membiarkan anaknya hilang dari pandangannya, meski hanya sebentar karena takut anaknya mendapat sesuatu yang tak diinginkan. 3. Ibu tidak menegur ketika anak melakukan kesalahan.

@KB-TKIT Yaa Bunayya Cirebon 2015-05-05

Belajar menjadi orang baik kita belajar dari ada yang kita lihat dan dengar | kemudian kita biasakan lewat amal dan pengalaman kita dinilai dari bagaimana kita menampilkan diri | lisan, mata, pakaian, dan tentu perbuatan maka memilih dan memilah teman dan bacaan itu sangat penting | karena ia menentukan apa yang kita lakukan dan kita lisankan karena yang kita ucapkan, hampir pasti yang paling sering kita dengar | karena cara pikir kita sangat dipengaruhi apa yang kita lihat maka lihatlah hanya yang baik, dengarlah hanya yang baik | dengan itu kita melisankan dan berbuat juga sebatas yang baik-baik maka cara pandang, pola pikir, dan akhlak tentunya bisa berubah | seandainya kita mau mengubah bacaan, teman, menjadi lebih baik maka lisan kita bisa berubah santun dan indah | bila kita membiasakan membaca Al-Qur an dan jangan bosan memperbaiki diri, bersabar tentu bagian penting | karena menjadi baik itu perlu proses, perlu keteguhan, juga waktu by Ust Felix

@KB-TKIT Yaa Bunayya Cirebon 2015-04-28

bersungguh-sungguhlah mendidik keluargamu sebagaimana engkau bersungguh-sungguh dalam mencari nafkah buat menghidupi keluargamu

@KB-TKIT Yaa Bunayya Cirebon 2015-04-25

Setuju Ust Felix Sebagai anak yang lahir padah tahun 1980-an, saya nggak punya banyak pilihan dalam hiburan, internet belum masuk di kota Palembang hingga sekitar 1997-an, paling video VHS yang bisa disewa, itupun mahal dan nggak selalu ada, bisa dinikmati mungkin hanya oleh orang-orang kaya saja. Jadi pilihan satu-satunya yang paling hemat tentu TV, itupun kalau beruntung bisa lihat tetangga yang punya parabola Sinetron belum sebanyak sekarang, kebanyakan acara di TV adalah seri luar negeri yang dialihbahasakan, ada juga yang langsung ditayangkan dalam bahasa aslinya dengan subtitle, dan tentu yang paling favorit diantaranya adalah MacGyver MacGyver diceritakan sangat cerdas, mampu mengatasi seluruh masalah dengan apapun yang ada disekitarnya. Ia tak pernah mengandalkan fisik, tapi otaknya jalan. Selotip, peniti, kawat dan, esbatu bisa jadi pemantik-terkendali-waktu, apalagi kalau sudah ketemu deterjen, garam dapur dan peralatan bengkel, MacGyver bisa menyulapnya jadi bom atau pesawat terbang Apa yang saya pikirkan waktu it gueee bangeeeadilah semenjak itu saya fans unofficial MacGyver. Dari gaya rambut sampai cara berpikir ditiru, dan prestasi terbesar saya adalah berhasil membuka kunci lemari hanya dengan 2 peniti, karena stick game Nintendo waktu itu disimpan karena terlalu seringnya main game. Tidak hanya kunci lemari yang dibuka, tapi semua yang disampaikan di film itu saya tiru, bahwa MacGyver tidak suka menggunakan senjata api, melindungi wanita, sampai menyenangi Amerika dan segala yang ada bersamanya Bila suatu waktu MacGyver batal ditayangkan karena sesuatu, itu sudah cukup membuat saya lunglai seharian, harus menunggu lagi pekan depan untuk menyaksikan aksi MacGyver dan sederet kelihaian akalnya. Dan bila saya ditanya, siapa yang berpengaruh besar terhadap pembentukan masa kecil saya, mungkin MacGyver itu Itulah pembentukan karakter, salah satunya lewat patron (contoh). Karakter dibentuk lewat cerita, berulang-ulamg. Awalnya hanya sekedar kekaguman, kemudian jadi meniru, lalu mendarah-daging karena dengan meniru fisik sebenarnya seseorang juga meniru cara berpikir. Apabila cara berpikir sudah dikopi, selesai. Karakter terbentuk Sekarang saya sudah jadi seorang Muslim, MacGyver pun sudah berhenti tayang, saya menemukan idola baru untuk ditiru, bahkan banyak karakter baru untuk dijadikan sebagai patron dalam kehidupan. Nabi Muhammad tentu saja menjadi teladan utama Namun bila saya ditanya, siapa yang betul-betul mempengaruhi diri saya pasca jadi seorang Muslim setelah Rasulullah Muhammad? Saya menjawab pasti, dialah Sultan Muhammad Al-Fatih, pembebas Konstantinopel Dari Muhammad Al-Fatih saya mempelajari keyakinan yang teguh berdasar iman, kekuatan tekad, berani karena benar, kekerasan niat, usaha yang tak pudar, penyerahan total pada Allah, hormat pada ulama, kasih sayang pada keluarga, ketegasan pada tentara, dan teladan bagi yang lainnya. Maka saat menulis tentang Muhammad Al-Fatih, tanpa sadar kekaguman itu berubah menjadi meniru, dan akhirnya karakter Muhammad Al-Fatih yang dituliskan itu mendarah daging dalam diri saya, membentuk saya menjadi Muslim yang sama sepertiny insyaAllah. Karena itu membaca, menonton, mendengar cerita itu adalah cara termudah mentransfer karakter dalam diri seseorang Permasalahannya, anak-anak kita yang sekarang. Mereka punya bioskop sampai youtube yang bisa mereka akses di HP, mereka juga punya bacaan komik sampai pornografi yang sangat mudah diakses, cerita khayalan sampai cerita ksatria dimanapun tertebar. Hanya apa pilihan kita untuk memasukkan karakter Islami yang kita inginkan pada mereka? Hampir-hampir tidak ada! Itulah keresahan saya dan tim AlFatih Studios, bahwa anak-anak kita tidak memiliki pilihan buku yang baik, novel yang mendidik, cerita yang tidak hanya menarik, tapi mampu membangkitkan semangat Islami pada diri generasi pelanjut peradaban Islam Juga orangtua mereka yang harusnya mampu mengenal tokoh-tokoh Islam lalu memceritakannya pada anak-anak mereka. Menjadikan tokoh-tokoh Islam ini sebagai patron bagi diri mereka sendiri yang pada gilirannya menjadi teladan bagi anak-anak mereka Proyek besar ini kami mulai di @alfatihstudios, menjadikan Muhammad Al-Fatih sebagai patrpn bagi generasi muda, sebelum orang lain atau agama lain mengambil anak-anak kita dengan patron dan teladan khayali yang mereka buat Buku-buku kami mengenai Al-Fatih ini memang tidak sempurna tapi setidaknya kami sudah memulainya. Kedepan, ada banyak rencana yang kami buat untuk mengangkat tokoh-tokoh Islam bagi generasi muda, agar karakter mereka menjadi karakter kita juga, karakter seorang Muslim layaknya Muhammad saw Mari bersama mewujudkan semuanya By Ust Felix Siauw

@KB-TKIT Yaa Bunayya Cirebon 2015-04-23

Saudaraku, air menetes, lembut, kecil, tapi istiqomah, setetes demi setetes, maka batu yang keras pun menjadi cekung bahkan berlubang. Ini adalah sunnatulloh, bahwa istiqomah itu adalah kekuatan. Istiqomah itu mengundang karomah, kemuliaan. Para kekasih Alloh Swt. itu cirinya ada dua. Pertama, adalah yakin. Dan yang kedua, adalah istiqomah. Orang yang istiqomah akan mendapat banyak keutamaan. Alloh Swt. berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Tuhan kami adalah Allah”, kemudian mereka istiqomah, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan, “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (QS. Fushilat [41] : 30) By Aa Gym

@KB-TKIT Yaa Bunayya Cirebon 2015-04-20

Orang sholeh ini pun heran. Akhirnya, dia pun mendatangi seorang ustadz. Berceritalah dia mengenai permasalahan yang sedang dihadapi. Tentang doanya yang sulit terkabul padahal dia taat, sedangkan temannya yang bandel, malah mendapat apa yang dia inginkan. Tersenyumlah ustadz ini. Bertanyalah sang ustadz ke orang shalih ini, “Kalau Anda lagi duduk di warung, kemudian datang pengamen, tampilannya urakan, maen musiknya gak benar, suaranya fals, bagaimana?” Orang sholeh tadi menjawab, “Segera saya kasih Pak Ustadz, gak tahan ngeliat dan ndengerin dia lama-lama di situ, sambil nyanyi pula.” “Kalau pengamennya yang dateng rapi, main musiknya enak, suaranya empuk, bawain lagu yang kamu suka, bagaimana?” tanya sang ustadz lagi. Orang shalih pun segera menjawab, “Wah, kalo gitu, saya dengerin, Ustadz. Saya biarin dia nyanyi sampai habis. Lama pun nggak masalah. Kalau perlu saya suruh nyanyi lagi. Nyanyi sampai sealbum pun saya rela. Kalau pengamen tadi saya kasih 500 rupiah, yang ini 50.000 rupiah juga berani, Ustadz.” Pak ustadz pun tersenyum dan menjelaskan “Begitulah Nak… Allah ketika melihat engkau, yang sholeh, datang menghadap-Nya, Allah betah ndengerin doamu. Melihat kamu. Dan Allah pengen sering ketemu kamu dalam waktu yang lama. Buat Allah, ngasih apa yang kamu mau itu gampang betul. Tapi Dia ingin menahan kamu biar khusyuk, biar deket sama Dia. Coba bayangin, kalo doamu cepet dikabulin, apa kamu bakal sedekat ini? Dan di penghujung nanti, apa yang kamu dapatkan kemungkinan besar jauh lebih besar daripada apa yang kamu minta.” By Islampos


See more learning institutes near Pesantren

About

Pendidikan Terbaik Melalui Teladan Yang Baik

Parking

Lot Parking No
Street Parking No
Valet Parking No

Suggestions

Himaptika Unswagati Cirebon

Jl. Perjuangan No. 01, Cirebon West Java, Indonesia 45132
School, College & University

Teknik Elektronika Industri

Cirebon
College & University, Organization


Privacy Policy